Puisi – Puisi Cinta W.S. Rendra

 Dalam program Pentas Baca Sajak Cinta di Graha Bhakti Budaya Puisi - Puisi Cinta W.S. Rendra

Dalam program Pentas Baca Sajak Cinta di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 27 Juli 19951 di atas panggung Rendra berkelakar bahwa dirinya tidak cuma mengalami masa percintaan puber pertama dan puber kedua, lebih dari itu ada puber ketiga dan puber keempat. Kontan disambut derai tawa penonton. Di buku ini tersusun puisi-puisi Puber Pertama, Puber Kedua, dan Puber Ketiga.

Beberapa puisi ditulis dikala Rendra bersekolah di dingklik Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas yang ternyata tersimpan di tangan  sahabat  kentalnya,  D.  S.  Mulyanto2.  Sahabat inilah yang mula-mula mengirimkan puisi-puisi itu ke  koran  dan  majalah.  Rendra  senang,  karena  sehabis dimuat  ternyata  ia  menerima  honorarium.  Itulah pengalaman pertama yang meneguhkan pilihannya menjadi penyair. Dari mana Willy, nama kecil Rendra, lancar menulis puisi? Ternyata terbantu oleh kebiasaan kekerabatan  keluarganya.  Seperti  pernah  diceritakan Rendra kepada kami, muridnya di Bengkel Teater,  dalam lingkungan keluarga Jawa berdarah biru, selalu ada waktu tertentu mengadakan pertemuan antarkeluarga. Di tengah mereka berkumpul sering diminta satu per  satu  untuk  menembang  secara  spontan.  Ini  lebih diutamakan kepada bawah umur atau anggota keluarga yang  masih  muda.  Semua  mata  segera  tertuju  kepada anak  yang  ditunjuk  oleh  para  tetua.  Maka,  anak  itu segera menembang menentukan caranya sendiri—dalam Bahasa Jawa Kuna/klasik—dengan lirik yang dikarang dikala itu juga. Semua menikmati dengan penuh keceriaan dan kekaguman. Di panggung kecil inilah Willy selalu menonjol. Pada usianya yang gres lima tahun, bakatnya menemukan lirik secara spontan, diakui keluarga.

Baca Juga
1 of 638

Tahun 1957 terbit buku puisinya yang pertama Ballada Orang-orang Tercinta.  Dari  buku  yang  mengisahkan orang-orang yang terpojok ini Rendra mendapat Hadiah Sastra Nasional dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) dan juga memperoleh permintaan dari salah satu organisasi kemahasiswaan untuk mengikuti kunjungan ke negara-negara Timur di dunia. Dan, pulang membawa setumpuk puisi yang belakangan terbit dengan judul Sajak-sajak Sepatu Tua. Selama perjalanan bersama para mahasiswa itu Rendra memperoleh  pengalaman  penting  dalam  hidupnya.

Detail Buku:

Judul: Puisi-puisi Cinta
Penulis: W.S. Rendra
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN 978-602-291-114-2
Baca-Download PDF: Google Drive

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

close