Agama Cinta – Menyelami Samudra Cinta Agama-Agama

 Lebih dari sekedar saling mengenal antar sesama insan dan persaudaraan yang masuk akal Agama Cinta - Menyelami Samudra Cinta Agama-Agama

Lebih dari sekedar saling mengenal antar sesama insan dan persaudaraan yang wajar, korelasi antara insan dalam Islam dibangun diatas prinsip-prinsip kemanusiaan yang melampaui batas-batas geografis dan segala sekat primordialisme.

Puncak dari  prinsip kemanusiaan itu ialah cinta. Meski ada sejumlah  etika  (moral/akhlaq), tetapi nilai etik paling fundamental dari segalanya ialah cinta. Tak ada alasan lain untuk hal ini kecuali bahwa eksistensi kehidupan alam semesta, terutama manusia, diciptakan oleh, alasannya ialah dan untuk Cinta. Sufi  besar dari Andalusia, Muhyiddin Ibn Arabi, sebagaimana dikutip Mahmud Mahmud Gharib, dalam sebuah bukunya: “al-Hubb wa al-Mahabbah al-Ilahiyyah ” menyenandungkan puisi yang sangat memukau:

Dari Cinta kita berasal
Baca Juga
1 of 218

Dari Cinta kita terlahir
Di bawah payung Cinta kita menyusuri jalan
Dan alasannya ialah cinta kita akan pulang ke asal

Gagasan Cinta ini diinspirasi oleh sebuah hadits Qudsi, yang selalu dikutip para spiritualis muslim: “Aku ialah sumber kekayaan tak terbatas yang tersembunyi. Aku ingin (Cinta) di kenal. Maka Aku ciptakan semesta. Berkat (Cinta) Ku, mereka mengenal-Ku.”

Detail Buku:

Judul: Agama Cinta – Menyelami Samudra Cinta Agama-Agama
Penulis: Ahmad Nurcholish & Alamsyah M. Dja’far
Penerbit: Elexm Media Komputindo
ISBN: 978-602-02-6530-8
Baca-Download: Google Drive

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

close